Botulism Immune Globulin Intravenous (Human) (BIG-IV) for Injection (BabyBIG)- Multum

Botulism Immune Globulin Intravenous (Human) (BIG-IV) for Injection (BabyBIG)- Multum could

Dissociative identity disorder symptoms samping yang serius Beberapa efek samping serius yang perlu kamu waspadai adalah sebagai berikut: Masalah hati (hepatotoxicity). Gejalanya dapat berupa:Kehilangan nafsu maka ataupun berat badan (anorexia).

Sakit perut atau bahkan sensitif terhadap rasa sakit. Urine yang berwarna gelap atau kotoran yang berwarna pucat. Warna kuning pada kulit atau pada bagian putih mata. Dalam beberapa kasus penggunaan ketoconazole dengan dosis tinggi, dapat menyebabkan masalah pada kelenjar adrenal. Interaksi ketoconazole Botulism Immune Globulin Intravenous (Human) (BIG-IV) for Injection (BabyBIG)- Multum obat-obatan lain Obat ketoconazole tablet dapat berinteraksi dengan obat, vitamin atau herbal lain yang mungkin sedang kamu konsumsi.

Obat yang tak boleh dikonsumsi dengan ketoconazole Beberapa obat tidak boleh dikonsumsi dengan ketoconazole. Contoh obat-obatan itu adalah: Obat-obatan antiaritmia speerti dofetilide, quinidine dan dronedarone. Konsumsi berbarengan dengan ketoconazole dapat menyebabkan masalah jantung yang dinamakan QT prolongation, detak jantung yang tidak normal dan mengancam kehidupan.

Konsumsi berbarengan dengan ketoconazole dapat menyebabkan penyakit jantung QT prolongation, detak jantung tidak normal dan berbahaya bagi kehidupan. Konsumsi berbarengan dengan ketoconazole dapat menyebabkan masalah otot. Triazolam, midazolam atau aprazolam. Konsumsi berbarengan dengan ketoconazole dapat membuat kamu mengantuk dalam waktu yang lama.

Konsumsi berbarengan dengan ketoconazole dapat membuat teknan darah dan level potasium dalam tubuh menjadi rendah. Interaksi yang meningkatkan efek samping Konsumsi ketoconazole dengan beberapa obat dapat meningkatkan efek samping, baik efek samping ketoconazole ataupun obat lain yang dikonsumsi berbarengan.

Sementara ketoconazole dapat meningkatkan efek samping dari bobat berikut jika dikonsumsi berbarengan: Obat penghilang rasa sakit seperti buprenorphine, fentanyl dan oxycodone. Efek samping dari obat ini yang dapat timbul adalah napasmu menjadi memendek. Anticoagulant seperti rivaroxaban, dabigatran dan warfarin. Efek samping dari obat ini yang dapat timbul adalah peningkatan risiko pendarahan. Obat jantung seperti felodipine dan nisoldipine. Efek samping yang dapat timbul adalah pembengkakatn di kaki atau talc serta gagal jantung.

Efek samping yang dapat timbul antara lain sakit kepala, pusin dan tekanan darah rendah Calcitonin-Salmon (rDNA origin) (Fortical)- FDA kamu berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Efek samping yang dapat timbul adalah pusing, sakit kepala dan sakit perut. Dalam hal ini dokter perlu mengecek kadar digoxind alam tubuhmu. Efek yang dapat ditimbulkan adalah kondisi tubuh menjadi lemah, mual, pusing dan mengantuk.

Obat antipsikotik seperti aripiprazole, busiprone, haloperidol, quatipine dan risperidone. Efek samping yang dapat timbul adalah pusng, mengantuk, dan sakit kepala.

Efek samping yang dapat timbul adalah pusing, hall dan letih. Antivirus seperti indinavir, maraviroc dan saquinavir. Efek samping yag dapat timbul adalah nyeri di perut, mual dan Botulism Immune Globulin Intravenous (Human) (BIG-IV) for Injection (BabyBIG)- Multum kepala. Obat untuk pengatur tekanan darah seperti verapamil dan aliskiren. Efek samping yang bisa timbul adalah tekanan darah rendah, detak jantung lemah dan pusing.

Obat untuk disfungsi ereksi, seperti sildenafil, tadalafil dan vardenafil. Efek samping yang bisa timbul adalah sakit kepala, sakit perut dan nyeri pada otot. Obat untuk masalah urine seperti solifenacin dan tolterodine. Efek samping yang bisa timbul adalah mulut yang menjadi kering, sakit kepala dan pusing.

Interaksi yang membuat efek ketoconazole menjadi lemah Konsumsi ketoconazole berbarengan dengan obat lain tidak jarang membuat ketconazole menjadi tidak efektif. Obat-obatan itu antara lain: Ranitidin, famotidine, cimetidine, pantoprazole, omeprazole dan rabeprazole.

Kamu harus mengonsumsi ketoconazole dengan minuman asam, seperti soda non-diet apabila kamu mengonsumsi obat-obatan ini berbarengan. Kamu harus mengonsumsi obat ini satu jam sebelum atau dua jam setelah konsumsi ketoconazole. Antibiotik seperti isoniazid dan rifabutinObat antikonvulsan seperti carbamazepine dan phenytoin. Antivirus seperti efavirenz dan nevirapineCarbamazepine. Beberapa peringatan Dalam konsumsi ketoconazole, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Di antaranya adalah: Alergi Ketoconazole tablet dapat membuat beberapa rekasi Botulism Immune Globulin Intravenous (Human) (BIG-IV) for Injection (BabyBIG)- Multum. Gejalanya dapat berupa: Napas yang memendek. Napas yang berbunyi menciut karena adanya gangguan di saluran pernapasan. Sakit berdenyut di jantung atau kupingmu. Pembengkakan di kelopak mata, wajah, mulut, leher atau bagian tubuh lainnya. Ruam di kulit, gatal-gatal, melepuh, kulit yang mengelupas.

Apabila kamu merasakan gejala-gejala di atas, segera hubungi dokter untuk segera dilakukan tindakan. Interaksi alkohol Kamu tidak boleh meeminum alkohol apabila sedang mengonsumsi ketoconazole. Peringatan untuk beberapa kelompok Untuk perempuan hamil ketoconazole masuk dalam obat kategori C dalam masa kehamilan.

Ada dua arti di Botulism Immune Globulin Intravenous (Human) (BIG-IV) for Injection (BabyBIG)- Multum yakni: Penelitian pada hewan menunjukan efek yang merugikan ke janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Belum ada pengkajian yang cukup pada manusia untuk meyakinkan efek obat mobex ke janin. Untuk itu, pastikan kamu berkomunikasi dengan dokter jika sedang atau berencana untuk hamil.

Further...

Comments:

08.09.2019 in 14:09 Golmaran:
In my opinion it is obvious. I advise to you to try to look in google.com

12.09.2019 in 07:27 Julrajas:
It to me is boring.